TIBET, TELISIK.ID - Tradisi pemakaman langit atau sky burial di Tibet, China, dikenal melalui ritual Jhator yang menyerahkan jasad manusia kepada burung nasar.

Praktik ini berkaitan dengan ajaran Buddha, pandangan tentang kehidupan setelah kematian, serta keyakinan mengenai pemberian terakhir kepada makhluk hidup.

Dikutip dari detikTravel, Kamis (29/10/2026), masyarakat Tibet yang menjalankan tradisi tersebut memandang kematian sebagai bagian dari perjalanan menuju kehidupan berikutnya. Karena itu, tubuh orang yang meninggal tidak selalu dikubur atau dikremasi, tetapi dapat diserahkan kepada burung pemakan bangkai melalui ritual khusus.

Jhator biasanya dilakukan di tempat terbuka, seperti kawasan perbukitan atau pegunungan. Salah satu lokasi yang dikenal menjalankan tradisi ini adalah Biara Drigung. Pelaksanaannya mengikuti ketentuan keagamaan dan tidak berlaku bagi semua jenazah.

Dalam sumber tersebut, jenazah anak berusia di bawah 18 tahun, perempuan hamil, serta orang yang meninggal akibat penyakit atau kecelakaan disebut tidak menjalani ritual sky burial.