JAKARTA, TELISIK.ID - Perpecahan evolusioner yang terjadi 25 juta tahun silam antara nenek moyang manusia dan kera dengan kelompok monyet disinyalir menjadi awal mula hilangnya struktur ekor pada garis keturunan kita.

Meskipun dampaknya sangat nyata, kepastian mengenai mutasi genetik mana yang memicu perubahan anatomi drastis ini terus menjadi teka-teki hingga saat ini.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature mengidentifikasi mutasi genetik unik pada gen TBXT yang terkait erat dengan hilangnya ekor manusia. Dalam dunia hewan, gen ini memiliki fungsi utama sebagai pengatur panjang ekor.

Perjalanan ilmiah ini berawal dari rasa ingin tahu Bo Xia terhadap anatomi tubuhnya sendiri. Ketertarikannya pada evolusi ekor muncul saat ia mengalami cedera tulang ekor, yang kemudian membawanya menjadi peneliti utama di Broad Institute.

Penulis senior studi ini, Itai Yanai, memuji pendekatan inovatif yang dilakukan Xia. Direktur Laboratorium Bioinformatika NYU Langone Health ini menyatakan, "Bo benar-benar jenius karena dia melihat sesuatu yang setidaknya telah dilihat oleh ribuan orang sebelumnya — tetapi dia melihat sesuatu yang berbeda."