Dilansir dari liputan6.com, Alat musik ini juga dikenal dengan nama "Jaw Harp" karena penggunaannya yang digigit di mulut. Melodinya yang naik turun bisa dilakukan dengan mengubah bentuk mulut.
Instrumen ini juga digunakan oleh suku-suku di pedalaman Asia salah satunya di Mongolia. Dulu, orang-orang Mongol menggunakan alat musik ini untuk mengobati seseorang yang kerasukan serta untuk menyembuhkan penyakit. Di Asia Tenggara, termasuk pedalaman Indonesia dan Malaysia, Mouth Harp sebagai jembatan untuk berkomunikasi dengan arwah dan alam.
3. Mbira
Mbira adalah alat musik khas salah satu suku di Zimbabwe yang masih ada hingga sekarang, meskipun penciptaannya sendiri konon sudah lebih dari 1.000 tahun lalu. Alat musik tangan ini bentuknya sangat unik yakni berupa lempengan logam sebesar pegangan sendok yang disusun sedemikian rupa. Suara yang dihasilkan sangat variatif dan indah.
Mbira sangat kental dengan nuansa mistis. Ia dipakai hanya dalam ritual-ritual, termasuk pemanggilan roh-roh leluhur. Karena itu, para peneliti barat menyebutnya “telephone to the spirits”. Pemanggilan arwah pendahulu ini dimaksudkan agar generasi yang sekarang bisa berkomunikasi bahkan meminta petunjuk.
