Legenda menyebutkan bahwa Banaspati merupakan sosok raja jin yang hidup sejak zaman kenabian. Dalam cerita rakyat, Banaspati diyakini dikalahkan oleh Nabi Khidir. Meski demikian, keturunan Banaspati yang dikenal sebagai Setan Kober terus melanjutkan misi untuk menghancurkan umat manusia.
Setan Kober, dalam cerita ini, menjalin kesepakatan dengan pemimpin Kerajaan Majapahit yang lemah untuk melawan Kerajaan Demak. Cerita berlanjut dengan Pangeran Demak, Sutowijoyo, yang berhasil mengalahkan Setan Kober dengan dukungan dari para Wali Songo. Menariknya, meski ditawari untuk mewarisi kekuasaan Setan Kober, Pangeran Sutowijoyo menolak tawaran tersebut. Keputusannya untuk menolak warisan Setan Kober didasarkan pada tekadnya untuk mengikuti ajaran para Wali Songo dan menjaga moralitas serta keadilan.
Hingga kini, misteri Hantu Banaspati tetap melekat dalam budaya masyarakat Jawa. Hantu ini sering muncul sebagai karakter antagonis dalam film-film layar lebar, menunjukkan betapa mendalamnya pengaruh mitos Banaspati dalam budaya populer. Legenda tentang Banaspati telah menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita rakyat yang terus diturunkan dari generasi ke generasi.
Baca Juga: Mistik: Asal dari Urban Legend Teror Sosok Kuntilanak, Ternyata Lebih Tragis
Dalam jurnal yang dibahas oleh Heinrich Zimmer dalam bukunya Myth and Symbols in Indian Art and Civilization, ada kesamaan yang menarik antara Hantu Banaspati dan tokoh raja raksasa dalam mitologi India, seperti Jalandara dan Rahu. Jalandara adalah raja raksasa kejam yang memerintahkan bawahannya, Rahu, untuk menghancurkan kekuasaan Dewa Siwa, bersumber dari gramedia.com.
