Warga sekitar pun turut menyaksikan kejanggalan yang terjadi di rumah Yanih. Salah satu warga, Nahrudin, mengatakan bahwa beberapa orang melihat langsung perabotan bergerak.

“Sekitar 18 orang warga yang melihat langsung ke rumah itu. Benar saja, kursi pada terbang seolah olah ada yang menggerakkan hingga terlempar dan terdengar suara bantingan,” kata Nahrudin.

Untuk mengatasi gangguan itu, keluarga Yanih sempat menggelar doa bersama yang dipimpin oleh sejumlah ustaz. Namun, gangguan justru semakin meningkat setelah pengajian selesai. Barang-barang di rumah kembali rusak, termasuk pintu dan perabotan yang tampak seperti dicabut pakunya.

Fenomena ini membuat keluarga Yanih memilih mengungsi ke rumah kerabat sementara waktu. “Kami tidak tahu harus bagaimana. Setiap malam selalu ada saja kejadian aneh,” ungkap salah satu anggota keluarga.

Warga sekitar kemudian mengadakan doa dan dzikir bersama untuk memohon agar gangguan di rumah itu berakhir.