Baca Juga: Willie Salim Mualaf, Ustaz Derry Sulaiman: Sudah Hafal Al Fatihah
Meski tak ada yang bisa memastikan penyebab munculnya gangguan tersebut, sebagian warga menduga peristiwa itu bukan karena pelanggaran adat atau aktivitas tertentu.
“Setahu kami, keluarga ini hidup sederhana dan tidak pernah menyinggung hal-hal yang berhubungan dengan adat,” ujar seorang warga Desa Sukabakti.
Rumah yang kini dikenal sebagai “rumah horor” itu masih berdiri di Desa Sukabakti, meski kini jarang dihuni. Beberapa warga enggan melintas di depan rumah tersebut pada malam hari karena merasa tidak nyaman.
Sementara sebagian lainnya percaya, doa dan keyakinan kuat dapat meredakan gangguan apa pun, termasuk yang berasal dari makhluk tak kasatmata. (C)
