“Itu momen pertama saya merasa nggak enak,” kenangnya.
Baca Juga: Perjalanan Hidayah Amoy: Dari Benci Suara Azan hingga Mendirikan Majelis Pengajian untuk Mualaf
Setibanya di Nusa Kambangan, ritual berlangsung setelah pasangan itu membayar Rp25 juta. Menurut Ipung, setelah prosesi selesai, tiga karung berisi uang muncul entah dari mana.
“Saya juga kaget, uangnya banyak banget, sampai saya disuruh pegang sebentar,” tuturnya.
Namun, kekayaan itu menuntut harga mahal. Tak lama setelah ritual, anak Pak Jaya yang masih duduk di bangku SD meninggal secara misterius. Tubuhnya melepuh, membiru, dan mengeluarkan bau menyengat saat hendak dimakamkan.
