“Saya dengar dari tetangga, makam anaknya sampai ambles dan air keluar dari dalam tanah,” kata Ipung.
Meski tragedi menimpa, kehidupan Pak Jaya berubah drastis. Dalam enam tahun, ia hidup mewah dengan rumah megah dan mobil mahal. Bisnis konveksi yang sempat hancur kembali berjaya.
Namun, semua sirna. Rumah dan pabrik miliknya hangus terbakar tanpa sebab jelas. Setelah itu, istrinya menghilang.
“Kabar terakhir yang saya dengar, rumahnya rata dengan tanah, pabrik ikut ludes. Setelah itu, nggak ada yang tahu istrinya ke mana,” jelas Ipung.
Cerita semakin menyeramkan setelah Pak Jaya meninggal. Bau menyengat dari jenazah membuat warga enggan membantu pemakaman.
