TEMANGGUNG, TELISIK.ID - Pembangunan infrastruktur di daerah terpencil sering kali menghadapi tantangan besar. Selain cuaca ekstrem dan akses yang sulit, kisah mistis juga sering menghantui pekerja proyek.

Salah satu cerita datang dari Desa Kemuning, Temanggung, saat proyek pembangunan jembatan berlangsung di tahun 1999. Pekerja yang lembur hingga larut malam mengalami kejadian yang sulit dijelaskan secara logika.

Proyek jembatan ini merupakan bagian dari P3DT, sebuah program yang didanai oleh World Bank untuk membantu desa tertinggal. Desa Kemuning menjadi salah satu lokasi yang mendapatkan bantuan karena letaknya di tengah hutan dengan akses yang sulit.

Jembatan ini diharapkan bisa menghubungkan desa dengan wilayah sekitar serta mempermudah mobilitas warga. Namun, pembangunan tidak berjalan mulus karena kondisi alam yang tidak bersahabat.

Melansir Kobayogas, Kamis (3/4/2025), pada suatu malam, proyek dilakukan dengan lembur setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Hujan yang turun sejak sore membuat jalanan menjadi licin dan berlumpur.