Menurut Bang Brew, Suki berasal dari Sulawesi dan merantau ke kawasan Kepulauan Seribu. Sebelum menetap di Pulau Panggang, ia disebut sempat berpindah-pindah tempat tinggal di sejumlah pulau.

Setibanya di Pulau Panggang, Suki mendapat pekerjaan sebagai nelayan dari seorang saudagar ikan. Ia datang dengan kondisi sederhana dan bukan berasal dari keluarga saudagar atau orang kaya.

Namun, hasil tangkapannya kemudian menarik perhatian nelayan lain. Dengan peralatan yang disebut tidak jauh berbeda dari milik nelayan setempat, Suki dikisahkan mampu membawa pulang ikan hingga 2 sampai 3 ton dalam sehari.

“Dia dapat ikan itu sehari, bukan sebulan. Sehari bisa 2 sampai 3 ton,” kata Bang Brew saat menceritakan hasil penelusurannya.

Pada masa itu, menurut cerita yang disampaikan Bang Brew, hasil tangkapan nelayan lain umumnya masih dihitung dalam satuan kilogram.