Menurut cerita itu, Suki bahkan ditusuk menggunakan tombak pada bagian tubuhnya. Namun, ia dikisahkan masih mampu berdiri dan berjalan setelah mengalami penganiayaan.

“Dia cuma membenarkan celana, lalu dia jalan,” kata Bang Brew, mengulang cerita yang diterimanya dari warga.

Kejadian tersebut kemudian memunculkan keyakinan baru di kalangan masyarakat bahwa Suki memiliki kesaktian dan tidak bisa dibunuh dengan cara biasa.

Warga selanjutnya disebut mengikat Suki dan membawanya ke tengah laut. Dalam versi cerita yang disampaikan Bang Brew, Suki kemudian dibuang ke laut dalam keadaan masih hidup.

Setelah kejadian tersebut, sebagian warga yang sebelumnya mengungsi dikabarkan kembali ke Pulau Panggang. Namun, cerita mengenai keberadaan Suki tidak berhenti sampai di situ.