Meski demikian, Bang Brew tidak menyampaikan bukti independen yang dapat memastikan keberadaan buku tersebut maupun keaslian daftar nama di dalamnya.

Ia juga menemukan cerita berbeda dari seorang warga yang mengaku pernah menampung Suki di rumahnya selama hampir satu bulan sebelum nelayan itu memiliki tempat tinggal sendiri.

Menurut Bang Brew, warga tersebut menggambarkan Suki sebagai sosok yang ramah dan rajin beribadah. Kesaksian itu berbeda dari cerita yang menempatkan Suki sebagai pelaku pesugihan.

“Bapak ini sepersekian detik mengubah pikiran gua langsung. Suki ini adalah orang yang rajin salat, Suki adalah orang yang ramah, Suki adalah orang yang tidak pernah ketinggalan ibadahnya,” tutur Bang Brew saat mengingat kesaksian tersebut.

Perbedaan cerita itu memperlihatkan bahwa sosok Suki memiliki sejumlah versi dalam ingatan masyarakat Pulau Panggang. Sebagian warga mengaitkannya dengan kematian misterius dan dugaan praktik gaib, sedangkan kesaksian lain menggambarkannya sebagai perantau yang pernah tinggal bersama warga setempat.