Meskipun mengalami sejumlah gangguan, Harmadi tetap bertahan tinggal di rumahnya yang berdekatan dengan kuburan. Ia merasa sudah terbiasa dan memilih tidak terlalu memikirkan hal-hal gaib yang kerap terjadi.
Di sisi lain, pengalaman berbeda dirasakan oleh Priyatiningsi, warga lainnya yang juga tinggal di dekat TPU di wilayah yang sama. Ia mengaku tidak pernah mengalami gangguan secara langsung, namun pernah melihat sesuatu yang tak biasa.
“Kadang muncul kadang tidak, percaya tidak percaya ya, namanya dekat kuburan,” ujarnya.
Meski tidak melihat bentuk jelas dari makhluk halus, ia merasa bahwa kehadiran entitas tak kasat mata itu bisa dirasakan melalui firasat atau kehadiran bayangan yang muncul tiba-tiba.
“Makhluk halus tidak kelihatan, tapi kalau dia datang kan suka terasa, kaya ada bayangan begitu,” sambungnya.
