7. Narasi pejuang yang merasa bukan mereka yang berada di garis depan saat itu.

8. Penyebaran cerita melalui situs lokal dan media sosial.

9. Pengulangan kisah pada periode konflik berbeda.

10. Kepercayaan sebagian warga bahwa kejadian tersebut merupakan bentuk pertolongan tak terduga.

Hingga kini, rangkaian cerita itu terus beredar berdampingan dengan laporan faktual mengenai korban, kerusakan bangunan, dan evakuasi warga. (C)