Menurut laporan staf bernama Apendi, wanita itu datang mengenakan kerudung putih dan celana gelap.

“Wanita tersebut mengucapkan 'punteun' (maaf/permisi, red) saat masuk sekretariat, lalu berdialog dengan staf kami,” jelas Ibin.

Untuk keperluan dokumentasi, Apendi memotret wanita itu menggunakan fitur kamera WhatsApp.

Namun, saat foto dikirimkan ke grup WhatsApp Panwascam Sukahaji, salah satu anggota grup, Euis Siti Masitoh, mengomentari kejanggalan.

“Dalam foto hanya terlihat pulpen berdiri di atas kertas, tidak ada sosok orang,” kata Euis kepada Ibin melalui panggilan telepon.