"Pulangnya mereka diberi bingkisan yang dibungkus rapi pakai kertas koran dan disimpan di dalam tas," lanjutnya.

Mereka kemudian pulang ke Rowo Bayu bertemu dengan teman-temannya di sebuah tempat. Di sana pasangan itu bercerita tentang Desa Penari yang harus didatangi.

“Teman-temannya lalu protes tidak percaya karena di sana tidak ada desa,” ungkapnya.

Kedua mahasiswa itu ngotot ada Desa Penari dengan memperlihatkan bukti bingkisan yang diberikan orang saat dijumpai mereka. Namun, saat dibuka, mereka dikejutkan dengan isinya yang ternyata bukan makanan melainkan kepala kera yang baru dipotong.

"Mahasiswa yang bawa bungkusannya itu langsung pingsan," tuturnya.