Tidak hanya di tempat sampah, Jurig Jarian juga dipercaya menghuni area yang terlihat bersih. Misalnya, toilet atau kamar mandi, yang meskipun bersih, tetap dianggap lingkungan kotor. Kepercayaan ini menambah dimensi mistis pada cerita yang telah lama beredar di masyarakat.

Penampakan Jurig Jarian memiliki berbagai versi berdasarkan cerita rakyat setempat. Ada yang menggambarkannya sebagai makhluk kecil menyerupai tuyul.

Sementara itu, ada juga yang menyebut sosoknya mirip wanita dengan tubuh dipenuhi sampah. Penampakan ini sering muncul menjelang senja, terutama saat waktu "sareupna" atau menjelang maghrib.

Kehadiran Jurig Jarian sering dikaitkan dengan gangguan fisik maupun psikis pada korbannya. Mereka yang melihat hantu ini konon akan mengalami gejala seperti demam, gatal-gatal, hingga kesurupan.

Masyarakat memiliki cara khusus untuk menangkal dampaknya. Misalnya, menggunakan air kelapa muda, kopi pahit, garam, serta doa tertentu.