Mahasiswa yang juga turut dalam pendakian tersebut, Irgi Fahreza menambahkan, keadaan semakin memburuk ketika salah satu teman mereka, tanpa memperhatikan situasi yang serius, terus menerus mengumbar kata-kata kotor dan teriakan keras yang terdengar hingga ke sekitar.
Hal ini membuat suasana menjadi tegang dan memicu perdebatan di antara mereka." Setengah mati dikasih tahu, tidak bisa berhenti. Malah saya dimaki-maki, seperti orang kesurupan," ucap Irgi yang duduk bersebelahan dengan Akbar, di salah satu warkop.
Irgi mengungkapkan bahwa upaya untuk menenangkan temannya tersebut tidak berhasil. Bahkan, teriakan tersebut semakin mengganggu. Mereka mencoba untuk memperingatkan temannya tentang bahayanya situasi tersebut, tetapi sepertinya terlambat. Akibatnya, kejadian yang tidak terduga pun terjadi.
Mahasiswa lainnya, Alimin, merasakan langsung di pundaknya seperti ada yang menindih, mereka merasakan kehadiran sesuatu yang tidak wajar.
"Dari awal puncak saya sudah rasa ada yang lain. Pas tiba pertengahan saya tidak sadar kaya mataku ditutup. Dan pundakku berat sekali, sudah tidak sadarmi," beber Alimin, Kamis (9/5/2024) pagi saat dihubungi via telepon.
