Kamar yang digunakan untuk tidur berada di samping kamar mandi, sedangkan kamar tempat lemari berada di samping gudang. Jendela di masing-masing kamar tidak menghadap keluar, hanya ke dalam lorong, sehingga sinar matahari tidak bisa masuk.

Kosan terasa gelap, dan lampu harus dinyalakan selama 24 jam. Hubungan antar penghuni kos sangat minim, bahkan tidak saling menyapa.

Sersan hanya bertahan satu bulan sebelum memutuskan untuk pulang-pergi dari Jakarta Pusat. Doel dan Nam menyusul pindah setelah semester pertama selesai.

Akhirnya hanya tersisa dua orang di kosan tersebut. Namun, setelah pandemi Covid-19 melanda, keduanya kembali ke kampung halaman karena perkuliahan dilakukan secara daring.

Setelah dua tahun, ketika perkuliahan mulai normal, mahasiswa tersebut memutuskan kembali ke kosan. Ia menempati kamar samping gudang seorang diri.