“Kamarnya ada dua, satu yang tidak banyak barang-barang itu di bagian depan,” kata Surono, yang akrab disapa Ono.
Rumah dinas tersebut menghadap ke lapangan sepak bola, dengan sisi sampingnya berupa lahan kosong penuh pepohonan dan semak-semak. Setelah menaruh tas, mereka membersihkan kamar agar lebih nyaman untuk ditempati.
Saat malam tiba, keduanya pun beristirahat lebih awal karena keesokan harinya harus memulai pekerjaan renovasi.
Sekitar pukul 12 malam, Surono terbangun karena mendengar suara ketukan di jendela. “Jam 12-an malam kalau gak salah, saya denger jendela kamar itu ada yang ngetuk, tok…tok…tok…tok,” ungkapnya.
