“Ada suara perempuan nangis di luar jendela, saya dengerin aja, biarin. Tapi suara nangis berubah jadi suara perempuan ketawa,” kata Ono menggambarkan suasana malam itu.
Awalnya ia mengabaikan suara itu, namun suara tangisan terdengar lagi dan lagi. Karena merasa terganggu, Surono akhirnya keluar rumah untuk mencari sumber suara tersebut.
“Saya cari keluar rumah, mengelilingi rumah dari depan, samping, dan belakang tapi gak ada apa-apa. Terus karena jengkel, sebelum masuk rumah saya bilang udah gak usah ganggu-ganggu orang tidur, kita capek orang kerja,” katanya.
Belum sempat masuk, tiba-tiba terdengar bunyi kerikil jatuh di lantai teras. “Waktu mau masuk, ada yang ngelempar kerikil, jatuh persis di depan saya,” ujarnya.
Surono pun refleks menoleh ke arah halaman, dan saat itulah matanya terpaku pada sosok di atas pohon sekitar dua meter dari tanah.
