Setelah pengajian selesai, dia baru menyadari bahwa sebagian besar jamaah hilang, hanya tersisa dua orang. Beberapa hari kemudian, Abah Hamid bertemu kembali dengan pria berpakaian putih yang memperkenalkan diri sebagai Mustafa.

Mustafa mengajak Abah Hamid ke sebuah tempat misterius yang ternyata adalah kota gaib Saranjana. Di sana, Abah Hamid dijadikan imam salat Jumat di masjid besar dengan kubah emas.

Sementara itu, di kampungnya, warga mulai cemas karena Abah Hamid tak kunjung pulang. Mereka melakukan pencarian, namun hasilnya nihil.

Baca Juga: Mistik: Cerita Roro Kidul Angkat Nyi Blorong jadi Pimpinan Perang Bangsa Jin

Warga bahkan melakukan ritual pencarian orang hilang, tetapi Abah Hamid tetap tak ditemukan. Setelah seminggu, mereka mengira Abah Hamid telah wafat.