JAKARTA, TELISIK.ID - Menjelang bulan Muharram, banyak masyarakat Indonesia yang masih mempercayai mitos bahwa menikah di bulan ini membawa sial, mendatangkan kesusahan rumah tangga, atau bahkan dianggap haram.
Pantangan ini kerap disebut sebagai "bulan Suro" dalam tradisi Jawa, di mana pernikahan dianggap tabu karena dianggap bulan duka atau sial.
Namun, menurut penjelasan ulama dan dalil syariat Islam, anggapan ini hanyalah mitos belaka yang tidak memiliki dasar agama.
Mitos ini diyakini berakar dari budaya lokal yang mengaitkan Muharram dengan peristiwa duka seperti pembunuhan Imam Husain di Karbala, dilansir dari NU Online, Jumat (12/6/2026).
Sebagian orang khawatir pernikahan yang penuh kegembiraan akan bertabrakan dengan suasana duka tersebut, sehingga dianggap tidak pantas atau mendatangkan malapetaka.
