Sayangnya, tambah Ady, tidak satu pun pegawai maupun pejabat yang mengetahui agenda tersebut, bahkan Plt Kadis Kesehatan Sultra, Usnia sendiri tidak berada di tempat.
Padahal, kata dia, Usnia bisa saja mewakilkan pejabat lain seperti sekretaris atau kepala bidang di Dinkes Sultra untuk penyerahan itu. Akhirnya, Ir Hugua sendiri tidak jadi menyerahkan langsung vaksin tersebut, padahal vaksin sudah sampai di Dinkes Sultra.
"Lebih mengecewakan lagi, vaksin Astrazeneca ditolak oleh pihak Dinkes Sultra," bebernya.
Atas hal itu, Ady meminta kepada Gubernur Ali Mazi untuk mengevaluasi Plt Kadis Kesehatan Sultra, Usnia atas sikap yang ditunjukan kepada Ir Hugua selaku pejabat tinggi negara tingkat pusat.
Ia juga mempertanyakan, kenapa kedatangan Ir Hugua di Sultra tidak dimanfaatkan oleh pihak Dinkes. Bahkan seolah tidak mengaharapkan kedatannya itu.
