“Mereka minta saya ulang semua bukti dari awal. Saya datang lagi dari kampung ke sini bawakan bukti pembayarannya, tapi masih sama. Saya merasa seperti dipersulit,” ujarnya.

Kasus ini berdampak secara mental dan ekonomi bagi Parji. Selain ketakutan kehilangan kendaraan, ia juga mengaku sempat mengalami gangguan tidur karena stres. Selama beberapa hari di Kendari, ia telah menghabiskan banyak biaya.

Saat ini, Parji dibantu oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk membawa masalah tersebut ke jalur mediasi.

Baca Juga: Waspadai Penyakit Hewan Kurban, RPH Kendari Perketat Pemeriksaan Kesehatan

“Harapannya cuma ingin masalah ini cepat selesai dan mendapatkan BPKB mobil saya," tutup Parji.