Untuk mempertajam kemampuan speaking, Abhy menjalin komunikasi langsung dengan teman-teman luar negeri.

Meskipun awalnya sempat kesulitan, terutama karena perbedaan aksen dan kemampuan bahasa dari teman-teman seperti dari Jepang, ia tidak menyerah.

Selain belajar akademik dan berlatih bahasa Inggris, Abhy juga seorang atlet. Ia mengatur waktunya secara mandiri agar semua aktivitas bisa berjalan seimbang.

“Saya sekolah dari jam 6 sampai 4 sore, latihan atletik setelahnya, dan mulai belajar bahasa Inggris dari jam 8 malam. Komunikasi dengan teman luar negeri biasanya setelah isya,” tuturnya.

Kedisiplinan menjadi kunci utama keberhasilannya. Ia menghindari distraksi, bahkan membatasi waktu nongkrong dengan teman.