“Saya jadwalkan sendiri kapan bisa nongkrong, selebihnya belajar. Soalnya kalau mau hasil maksimal, ya harus konsisten. Motivasi itu penting, tapi kadang cuma bertahan sebentar. Konsistensi yang bikin hasil,” kata Abhy tegas.

Meskipun tidak mengikuti les atau kursus, Abhy tetap mendapat dukungan dari orang tuanya. Ayahnya kini berwirausaha sebagai penjual bakso setelah berhenti bekerja, sedangkan ibunya seorang PNS di BKKBN.

“Mereka cuma dikasih HP dan wifi, sisanya saya yang cari jalan sendiri. Bahkan awal-awal saya belajar, orang tua belum tahu,” ujarnya.

Sebagai Brand Ambassador Korean Youth Summit 2026, Abhy kini tengah mempersiapkan diri lebih jauh. Ia bertugas mempromosikan kegiatan kepada generasi muda di Indonesia dan memperluas jejaring internasional.

Meski telah mengukir prestasi internasional, Abhy tidak ingin berhenti di sini. Ia terus menetapkan target yang lebih tinggi.