Najib menilai partai politik (parpol) yang akan dijadikan kendaraan politik oleh Safei untuk maju di DPR RI sangat menentukan, karena jika salah dalam memilih parpol maka ia akan kehilangan pemilih yang loyal mendukung Safei dua periode di Kolaka.

"Saat ini yang menjadi pertanyaan adalah Safei akan menggunakan parpol apa? Itu yang penting karena jika salah memilih partai, membuat para simpatisan bisa meninggalkan Safei," tuturnya.

Baca Juga: Peran Pemuda Indonesia di Kancah Global Melalui Forum Y20

Ia mengatakan, jika Safei harus melihat apakah karakter pemilih yang fanatik terhadapnya bisa sejalan dengan ideologi partai yang dipilih sehingga bisa memuluskan jalannya ke DPR RI, apalagi jika sistem pemilihan 2024 disepakati menggunakan proporsional tertutup, artinya partai akan lebih dominan dari figur dan itu akan menjadi pembeda antara pilkada dan pemilihan legislatif.

"Belum lagi persaingan internal dalam parpol perlu menjadi hitungan yang matang. Karena selama ini anggota legislatif DPR RI utusan Sulawesi Tenggara yang lolos di Senayan hampir belum ada parpol yang bisa meloloskan dua orang calegnya ke senayan, biasanya hanya satu calon," bebernya.