AKP Fitrayadi menceritakan, untuk menutupi aksi bejatnya, Novi melaporkan kejadian yang telah menimpa mertuanya tersebut ke Polsek Poasia, dan dalam laporan tersebut Novi mengaku mertuanya tewas karena dibegal.
"Peristiwa tersebut bukan begal sebagaimana penyampaian ND terdahulu dalam laporannya di Polsek Poasia. Kasus ini merupakan pembunuhan berencana bukan pembegalan, dari hasil pemeriksaan, menantu korban telah membayar seorang pelaku berinisial MF menjadi eksekutor," ceritanya.
Baca Juga: Beroperasi Sekitar Pelabuhan Perak Surabaya, Komplotan Begal Mobil Ditangkap Polisi
Saat ditanyai mengenai modus Novi membunuh mertuanya sendiri, AKP Fitrayadi mengatakan, masih dalam proses pendalaman untuk meminta keterangan dari Novi.
"Motifnya masih kami dalami dan akan disampaikan lengkap besok oleh Kapolresta Kendari," ujarnya. (B)
