“Sementara latar belakang pengusaha memeroleh 8,1 persen, latar belakang lainnya 1,8 persen, dan sebanyak 8,3 persen responden tidak memberikan jawaban,” ujar Tony Prawira Adi.
Menurut analisis SRS, lanjut Tony secara obyektif yang mempengaruhi persepsi publik dalam menilai tokoh yang layak menjadi Presiden RI periode 2024-2029 berdasarkan latar belakangnya.
Latar belakang militer atau TNI, misalnya, mengapa dalam berbagai riset lembaga survei selalu menempati posisi teratas latar belakang capres yang disukai, tidak dapat disangkal karena ada beberapa sejumlah nama berlatar belakang militer masuk dalam kabinet atau posisi yang strategis.
"Ini adalah faktor obyektif yang memengaruhi persepsi publik," tutupnya. (B)
Penulis: Try Wahyudi Ari Setyawan
