Di antara mereka yang hadir adalah DPP Lembaga Adat Tolaki, Lembaga Budaya Muna, Kerukunan Keluarga Buton-BauBau, Kerukunan Keluarga Moronene, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Kerukunan Keluarga Jawa, Paguyuban Pasundan Sultra, Perhimpunan Masyarakat Toraja, Kerukunan Keluarga NTT, Banjar Suka-Duka Sindu Marta Bali Sultra dan Kerukunan Keluarga Bajo.

Deklarasi pilkada damai ini bertujuan untuk memperkokoh kerukunan antar suku dan memastikan partisipasi masyarakat dalam menjaga suasana damai selama proses pilkada. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan masyarakat Sulawesi Tenggara dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama masa pemilihan.

Salah satu perwakilan masyarakat Paguyuban PaSundan Sultra yakni Taufik Qurahman yang akrab disapa Kang Upik mengajak semua masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya masyarakat Sunda yang telah lama bermukim di Sultra agar bersama-sama mendukung pelaksanaan Pilkada 2024 yang aman, damai dan kondusif.

"Jangan mudah terpancing dengan isu-isu provokasi bernada SARA yang dapat memecah belah," ungkap Kang Upik yang lahir dan besar di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara.

Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Dwi Irianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Polda Sultra akan terus melakukan upaya preventif dan preemptif dalam menjaga keamanan. Salah satu langkahnya adalah dengan mengajak tokoh masyarakat dan agama untuk bersama-sama menciptakan suasana yang sejuk dan damai, terutama menjelang Pilkada serentak 2024.