Satu-satunya suara yang ia dengar di mimpi tersebut adalah suara azan, tanpa sadar Dewi pun mengikuti lantunannya. Sesaat setelah ia mengikuti lafadz takbir dalam lantunan azan, anak sulungnya pun keluar dari desa tersebut dengan tanpa busana.

Ia mengajak si sulung untuk ikut serta mengucap takbir agar adiknya dapat keluar dan pergi dari tempat itu. Tak lama anak bungsunya juga ikut keluar dan mereka bertiga terbang, menginjak tempat-tempat ibadah di dalam desa tersebut.

Dewi dan kedua anaknya dikejar oleh iblis yang tadi menjaga desa tersebut. Ia menggambarkan sosok iblis tersebut berwarna merah dan hitam. Sambil terus mengucapkan takbir, awan yang semula hitam berubah menjadi cahaya terang benderang yang menarik mereka dari kejaran iblis tersebut.

Bangun dari mimpi, Dewi sadar itu merupakan pertanda Allah telah memberi hidayah-Nya. Ia bertekad untuk memeluk Islam dan menceritakan mimpi dan niatnya kepada putra sulungnya.

Tak disangka, di malam yang sama si sulung juga mendapat mimpi. Ia bermimpi bertemu almarhum ayahnya, saat itu sang ayah berpesan untuk ikuti apa saja yang diputuskan sang ibu.