Awalnya, semua itu ia lakukan tanpa keyakinan apa pun. Baginya, itu hanya bagian dari eksperimen pribadi untuk melihat bagaimana rutinitas memengaruhi kondisi mentalnya.

Namun seiring waktu, Fajar mulai merasakan perubahan yang tidak ia duga. Ia merasa lebih teratur, lebih tenang, dan lebih mampu mengendalikan emosinya. Hal-hal kecil seperti bangun sebelum subuh dan meluangkan waktu untuk diam justru memberinya ruang untuk berpikir lebih jernih.

“Yang saya rasakan bukan sesuatu yang besar, tapi pelan-pelan mengubah cara saya melihat hidup,” ujarnya.

Dari situ, rasa penasaran Fajar berkembang. Ia mulai mempelajari makna di balik setiap praktik yang ia jalani, bukan lagi sekadar menirukan.

Perjalanan tersebut berlangsung selama beberapa bulan, hingga akhirnya ia menyadari bahwa apa yang awalnya hanya percobaan, telah berubah menjadi keyakinan.