Pernah dinobatkan sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah termuda se-Indonesia.
Mengikuti perjalanan Muchlas Abror, ibarat menggali inspirasi dari tokoh bersahaja yang tak pernah mengabdi. "Muhammadiyah benar-benar menjadi ladang beramal bagi saya selama ini," kata Muchlas Abror.
Baginya, sebelas Muktamar Muhammadiyah yang telah diikutinya sejak Muktamar ke-36 di Surakarta (1965) hingga Muktamar ke-46 di Yogyakarta (2010), benar-benar merupakan simbol keikhlasan, kesetiaan dan kearifan yang dihiasi dengan bingkai kesederhanaan dan kerendahan hati.
Baca juga: 10 Hari di Awal Dzulhijjah Lebih Baik dari 10 Ramadhan
"Prinsip hidup manusia adalah hak bagi setiap manusia itu sendiri," tandas Muchlas Abror.
