Hal ini pula yang merupakan pilihan dan sangat erat kaitannya dengan pribadi diri HM Muchlas Abror, menjadikan hidupnya sebagai tempat untuk mengabdi.

"Mengabdi kepada Allah SWT dengan tetap terus menjaga keramahan, kearifan dan kerendahan hati," katanya.

Kata Muchlas, pemimpin boleh datang dan pergi. "Namun khasanah pemimpin di panggung umat dan lingkungan masyarakat adalah mozaik yang harus dilestarikan dan diabadikan," papar Muchlas.

Hal tersebut, kata Muchlas, sebagai cermin dan juga jendela untuk meneropong ke depan.

Bukan hal yang mudah untuk mengungkap segala sesuatu yang ada dalam diri Muchlas Abror karena sifat pendiam dan rendah hatinya.