Muhammad Yusuf mengatakan, setiap musim mudik lebaran (sebelum) di pelabuhan Torobulu-Tampo selalu terjadi lonjakan penumpang.
Misalnya, lanjut Yusuf, mudik lebaran 2019 lalu, di pelabuhan yang menghubungkan Kabupaten Konawe Selatan (Torobulu) dan Kabupaten Muna (Tampo), penumpang harus mengantri bahkan hingga 3 hari berada di barisan antrian.
Tahun ini, Yusuf memperkirakan jumlah pemudik tidak akan seperti tahun 2019. Alasannya, situasi masih dalam pendemi serta mahasiswa yang banyak dari kepulauan dan berkuliah di Kendari, sebagian besar tidak berada di Kota Kendari, sebab perkuliahan masih dilangsungkan secara daring atau online.
Baca Juga: Buruan, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 15 Dibuka Hari Ini
"Begitu. Tapi tetap kita persiapkan untuk mengantisipasi. Tetap kita membuat program seperti pemudik padat (mudik 2019)," tegas Yusuf.
