Tidak sedikit yang heran. Bagaimana bisa gagasan-gagasan sebesar itu muncul dari seorang pengurus masjid? Bahkan, banyak yang heran, bagaimana masjid bisa mewujudkan gagasan-gagasan sebesar itu?

Ya, Jazir memang bukan pengurus masjid biasa. Ia merupakan lulusan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang sejak 1986 telah merintis TK Al-Qur'an yang menjadi model pengajian anak-anak.

Tidak cuma di Yogyakarta. Model itu ternyata sukses dikembangkan di Indonesia dan bahkan ke Asia Tenggara.

Laki-laki yang pernah menjadi ketua pengajian anak-anak sejak kelas 5 SD dan Ketua Dewan Syura Masjid Jogokariyan itu, mendapat penghargaan dari Presiden Habibie sebagai Tokoh Perintis Gerakan Al-Qur'an Tingkat Nasional.

Jazir adalah sosok yang tidak larut pujian. Tidak mengakui karya bersama sebagai prestasi diri. Padahal, tidak terbantahkan kalau program-program emas yang sudah diinisiasi dan diwujudkan di Masjid Jogokariyan datang dari gagasannya. Tapi, itulah Jazir, sosoknya sederhana. Tak sedikitpun mewah terlihat. Jauh dari sosok orang yang sebenarnya mengelola amanah begitu besar dari umat. Semua dilakukan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur masyarakat.