Menurut Razikin, ngototnya Luhut Binsar Pandjaitan untuk mendatangkan TKA China ke Sultra itu tidak menjadi persoalan sebetulnya, kalau kadatangan mereka dalam keadaan bangsa ini normal, hari-hari ini lebih kurang 10 juta orang yang berpotensi kehilangan pekerjaan.
"Pak Luhut harus berpikir secara komprehensif. Saya minta Pak Luhut berhentilah membuat pernyataan yang seolah merendahkan Bangsa ini, berulang kali Pak Luhut mengatakan 500 TKA China dibutuhkan karena orang Indonesia belum punya kemampuan yang dibutuhkan, pernyataan seperti mendistorsi kemampuan Bangsa ini, harus dihentikan," jelasnya.
Baca juga: ASN Kerja dari Rumah Diperpanjang Lagi Hingga 29 Mei
"Pak Luhut ini seperti megalomania. Saya yakin kampus-kampus besar kita sepeti ITB, UI, UGM memiliki kemampuan untuk menyiapkan tenaga-tenaga dengan kualifikasi yang dibutuhkan, ajak mereka bicara, libatkan mereka untuk mendesign masa depan Indonesia. Jangan main sembunyi-sembunyilah," tambahnya.
Dikatakan Razikin, rakyat Indonesia sejauh ini tidak mempermasalahkan perusahaan asing mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia berpuluh-puluh tahun, dan sangat terlihat bangsa ini tidak mampu mengawasinya akibat arogansi oknum-oknum tertentu.
