JAKARTA, TELISIK.ID - Pada awalnya, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sangat berkomitmen untuk ikut bersama mewujudkan perubahan pendidikan di Indonesia.
Salah satu caranya dengan mengajukan proposal tentang program pengembangan kompetensi kepala sekolah dan guru penggerak untuk mewujudkan perubahan pendidikan di Indonesia.
Tapi setelah melihat hasil seleksi seperti itu, Muhammadiyah lebih memilih mundur. Muhammadiyah memutuskan tetap mundur dari keikutsertaan Program Organisasi Penggerak (POP) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
POP telah diluncurkan Kemendikbud sejak 10 Maret 2020 lalu. POP ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kemendikbud yang fokus mencapai hasil belajar siswa dalam peningkatan numerasi, literasi dan karakter.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Abdul Mu’ti, menyampaikan, hasil rapat bersama PP Muhammadiyah dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) di Jakarta, Senin (3/8/2020).
