"Namun, terkait permintaan Mendikbud agar Muhammadiyah bergabung kembali, berdasarkan rapat pimpinan bersama sepakat tetap mundur," kata Abdul Mu'ti.

Baca juga: IAIN Kendari Masuk Kampus Terbaik ke Empat di Indonesia Versi Webometrics

Alasannya, sekarang ini sekolah, madrasah dan perguruan tinggi Muhammadiyah sedang fokus penerimaan siswa baru dan menangani berbagai masalah akibat pandemi COVID-19.

Meskipun tidak ikut POP, Muhammadiyah tetap komitmen membantu pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

"Muhammadiyah akan mengadakan pelatihan guru dengan biaya sendiri," kata Abdul Mu'ti.