Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Dr Baidhowi menjelaskan, Muhammadiyah mundur karena melihat yang lolos verifikasi ternyata banyak sekali.

Ada 156 lembaga, di antaranya ada lembaga yang sudah sangat mampu dan biasa memberi CSR juga lolos POP yang akan mendapat bantuan pemerintah.

Kriteria seleksi ini tidak jelas, kata Baidhowi, seperti Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation lolos.

"Ada juga organisasi masyarakat yang baru muncul beberapa tahun terakhir yang belum diketahui rekam jejaknya juga diberi bantuan pemerintah dari dana APBN," kata Baidhowi.

Menurutnya, Muhammadiyah khawatir kalau dalam pengelolaan bantuan pemerintah itu susah dikendalikan dan hasilnya tidak bagus akan merugikan keuangan negara.