Kiai Marsudi melanjutkan, Muslim di Eropa maupun Amerika memang menghadapi masalah berlapis.
Satu sisi mereka dihadapkan pada kondisi minoritas, di sisi lain mereka terus ditekan dengan wacana-wacana Islamofobia. Saat mereka melawan dengan kekerasan, catatan Islamofobia itu semakin menguat.
Baca juga: Prabowo Jadi Menteri dengan Kinerja Paling Bagus
Kiai Marsudi mengatakan, penggunaan cara 'freedom of speech' sebagai cara membalas, sekaligus akan menunjukkan ke dunia bahwa cara yang ditempuh Muslim lebih berbobot dan variatif, tidak berupa kekerasan atau boikot produk.
"Ketika tidak begini, ini tidak akan selesai, karena perbedaan hukum dan pandangan dan model teori ini pula yang digunakan untuk dunia Islam kocar-kacir sementara freedom of speech terus digunakan," ujarnya.
