MUNA BARAT, TELISIK.ID - Belum cukup sebulan menjalankan tugas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat, Pj Bupati, Bahri mulai 'digoyang' dengan isu-isu tidak sedap menyangkut pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga tidak mengetahui kultur budaya.

Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Muna Barat, Muhamad Fajar Fariki menilai isu-isu sengaja dilontarkan oknum-oknum yang gelisah dengan gebrakan yang dilakukan Pj Bupati, Bahri.  

"Biasalah itu. Ada yang gelisah dan resah karena kepentingannya terganggu dengan gebrakan pak Pj bupati. Belum sebulan sudah menunjukan progres yang cukup memuaskan," kata Fajar, Jumat (17/6/2022).

Persoalan pinjaman PEN pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 180 miliar, merupakan produk pemerintahan sebelumnya. Sebagai Pj bupati, menjadi tugas Bahri untuk melanjutkannya. Karena, menjadi salah bila itu tidak ditindaklanjuti.  

"Pj bupati hanya melanjutkan. Toh, bila dalam program PEN itu ada kegiatan yang digeser seperti ring road, wajar saja, karena memang masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi," terangnya.