Selain itu, katanya lagi, pertimbangan penerapan PPKM Level 4 ini dilihat dari kasus aktif terbesar di NTT yang mencapai 11,38 persen.
Tak hanya itu, tambah Marius, peta sebaran sekuens sars - COVID-19 - Varian Of Concern, Varian Delta di NTT serta persentase capaian vaksinasi yang masih di bawah rata-rata nasional juga jadi alasan kuat diterapkannya PPKM Level 4 ini.
"Jadi itu beberapa pertimbangan yang kami sudah bahas dalam Rakor Sabtu kemarin. Nanti teknisnya akan diatur sendiri oleh bupati dan wali kota," tutur Marius, Senin (26/7/2021) di Kupang.
Lebih lanjut mantan Penjabat Bupati Manggarai itu mengatakan, rekomendasi-rekomendasi yang ditetapkan selama penerapan PPKM Level 4 di tiga daerah itu perlu ditindaklanjuti seiring berjalannya waktu ke depan.
Rekomendasi khusus untuk Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sikka dibutuhkan respon yang lebih ketat dan pengendalian mobilitas warga untuk kendalikan lonjakan kasus.
