"Kebuntuan perdagangan antara Washington dan Beijing tidak berkelanjutan. Karena Presiden Donald Trump memperkirakan tarif yang sangat tinggi pada banyak impor China akan turun secara substansial," kata Bessent, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (24/4/2025).
Pernyataan ini senada dengan ucapan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt yang menyebutkan bahwa ada peluang untuk membuka kembali pembicaraan perdagangan dengan China.
Menurut Leavitt, kemungkinan kesepakatan antara kedua negara terbuka lebar jika masing-masing pihak mampu menahan diri dalam menentukan kebijakan tarif.
Baca Juga: Negosiasi Tarif Trump Belum Tuntas, Amerika Tuding QRIS dan GPN Indonesia Penghambat
China sendiri telah merespons kebijakan tarif AS dengan menaikkan bea masuk terhadap barang-barang Amerika hingga 125%. Presiden Xi Jinping secara konsisten menyampaikan bahwa perang dagang tidak akan membawa manfaat bagi siapapun.
