Awal pekan ini, China pun memberikan sinyal keras kepada negara-negara lain yang tengah bernegosiasi dengan AS agar tidak merugikan kepentingan China.
Sebelumnya, Amerika Serikat mengancam akan mengenakan tarif hingga 245% terhadap produk-produk China sebagai bentuk pembalasan.
Namun, pihak Beijing tidak menunjukkan rasa gentar terhadap ancaman tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari China Daily, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian menegaskan bahwa China tidak menginginkan konfrontasi, tetapi siap menghadapi segala bentuk tekanan.
"Tiongkok tidak ingin berperang (perang dagang), tapi juga tidak takut untuk melawan," ujar Lin Jian dalam konferensi pers menanggapi kebijakan tarif tinggi dari AS.
Perang dagang ini memicu pembahasan luas di panggung internasional mengenai potensi perubahan struktur ekonomi dunia. Negara-negara mulai meninjau kembali ketergantungan mereka pada Amerika Serikat sebagai mitra dagang utama.
