Pada periode yang sama, perdagangan AS hanya naik 167%, sementara perdagangan China melonjak hingga 1.200%.

Peta perdagangan global juga memperlihatkan perubahan mencolok. Jika pada tahun 2000 China hanya menjadi mitra dagang utama beberapa negara seperti Kuba, Iran, Libya, Myanmar, dan Korea Utara, maka pada 2024 jaringannya mencakup hampir seluruh dunia.

Contoh paling mencolok dapat dilihat pada hubungan perdagangan Indonesia dengan dua negara tersebut. Pada tahun 2000, nilai perdagangan Indonesia-AS mencapai US$ 12,778 miliar dan meningkat menjadi US$ 38,287 miliar pada 2024.

Sementara itu, perdagangan Indonesia-China melonjak drastis dari US$ 7,464 miliar pada 2000 menjadi US$ 147,99 miliar pada 2024 atau tumbuh hingga 1.882,65%. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani