Syekh Jum'ah menyampaikan, kehidupan sekarang ini mulai banyak orang yang mengabaikan kesucian tersebut. Sehingga tak sedikit pula yang terkikis keimanan di dalam hatinya.
Untuk menjaga kemaluan, maka seorang Muslim harus menundukkan pandangannya dari aurat lawan jenisnya. Sedangkan untuk menjaga lisan, seorang Muslim harus menjauhi sifat dusta atau suka berbohong. Masalahnya, saat ini banyak orang yang memiliki pembenaran atas kebohongannya.
Baca Juga: Ini Amalan yang Paling Banyak Membuat Manusia Masuk Surga
Ada yang berdusta karena takut, berdusta demi meraih kepentingannya, dan ada juga yang berdusta karena malu. Bahkan ada yang berdusta untuk 'menjilat' atau 'cari muka', dan ada yang berdusta karena telah terbiasa melakukannya.
Imam Malik dalam kitabnya, Al-Muwatta, meriwayatkan hadis bahwa suatu ketika para sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengenai apakah orang yang beriman bisa terjerumus ke dalam perbuatan zina dan mencuri. Lalu dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW atas dua hal tersebut menjawab, "Iya". Kemudian sahabat bertanya lagi soal apakah seorang mukmin bisa terjerumus ke dalam perbuatan dusta. Lantas Rasulullah SAW menjawab, "Tidak".
