Nantinya, bila pabrik telah beroperasi, petani tidak kesulitan untuk memasarkan hasil panennya. Investor telah siap membeli sesuai harga pasaran. Petani cukup membawa hasil panennya yang kemudian diolah di pabrik hingga menghasilkan kadar air jagung yang rendah.
"Investor nantinya membayar retribusi yang akan menjadi sumber PAD bagi daerah," ujarnya.
Baca Juga: Warganya Dimarahi Mensos, Gubernur Tersinggung dan Minta Presiden Evaluasi Risma
Baca Juga: Wagub Sebut Penyebaran COVID-19 di Butur Sudah Teratasi
Mantan Sekretaris Dinas PUPR itu optimis dengan beroperasinya pabrik jagung itu akan meningkatkan sumber PAD. Kemudian, tersediannya kebutuhan pangan, lapangan kerja baru, dan mendukung sub sektor ekonomi lain di bidang perdagangan dan indsutri.
