Selain itu, bagi Irul, digambarkan di mural ini adalah Pak Rudy yang mengayomi, membimbing semua lapisan masyarakat baik yang tua maupun muda.

Irul juga mengungkapkan, bahwa jadi pemimpin itu juga harus berani digunduli, hal tersebut sebagai simbol atau bukti bahwa sosok pemimpin itulah yang dekat dengan rakyatnya tidak ada jarak siap berkorban.

Baca Juga: Ternyata Kecepatan Download Internet Indonesia Paling Rendah se-ASEAN

Baca Juga: Hamtramck, Kota Pertama Berpenduduk Mayoritas Muslim di Amerika

"Makna Gibran digunduli ini adalah sosok pemimpin muda yang harus berani diejek, dikritisi, semacam plonco lah. Harus berani berkorban yang nantinya sebagai pemimpin rakyatnya," jelasnya.